Infiltrasi Melalui Isr?’?liyy?t Pada Riwayat Al-Dzab??

(Menyoal Sikap Imam al-Syauk?n? dalam Fat? al-Qad?r)

Authors

  • Khairul Bahri Nasution STAIN Mandailing Natal
  • Rudiansyah Daulay University Al-Azhar Kairo, Mesir

DOI:

https://doi.org/10.56874/alkauniyah.v6i2.2637

Keywords:

Infiltration, Isrā’īliyyāt, al-Dhabīḥ, Imam al-Syaukānī

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa infiltrasi pada riwayat yang berkaitan dengan identitas al-dzabih. Ulama berbeda pendapat dalam menentukan identitas al-dzab?? apakah Nabi Ish?q atau Ism?‘?l. Imam al-Thabari di antara mufassir yang menyatakan al-dzab?? adalah Nabi Ish?q, sementara Imam Ibn Kath?r menyatakan bahwa al-dzab?? adalah Nabi Ism?‘?l. Berbeda dengan keduanya, Imam ?Al? al-Syauk?n? memilih untuk tawaquf. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif yang dianalisa dengan teknik content analysis lalu dilakukan komparasi dengan berbagai pendapat hingga kita suci agama lain. Sedangkan sumber data sekunder penelitian ini adalah buku, artikel, literatur, jurnal dan situs internet yang relevan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Adapun temuan dari penelitian ini adalah bahwa sikap tawaqquf dipilih al-Syauk?n? sebab tidak ada dasar yang kuat untuk mentarjih salah satu dari dua pendapat, dan beristidlal (mengambil dalil) dengan sesuatu yang masih bersifat kemungkinan itu tidak lebih selamat dari sikaf tawawwuf. Selain itu, dalil-dalil yang dinilai rajih oleh masih-masing ulama tidak lebih unggul daripada dalil pihak yang mengatakan dzab?? itu Ishaq, dan tidak ada satu pun riwayat yang sahih dari Rasulullah ? dalam masalah ini. Apa yang diriwayatkan dari beliau hanyalah riwayat yang maudhu‘ (palsu) atau sangat lemah. Mengomentari tidak ada riwayat yang sahih itu tidak benar, sebab terdapat riwayat yg sahih terkait itu. Sikap tawaqquf ini sebenarnya dapat dijawab dengan melakukan komparasi dengan dalil lain yaitu kitab suci Taurat yang menyatakan bahwa al-dzab?? adalah Nabi Ism?‘?l. Di sisi lain, dua kabar gembira tentang Nabi Ibrahim dianugerahi anak itu dalam dua waktu yang berbeda: satu dengan permohonan (doa), dan itu bukan Is??q, melainkan selainnya; dan yang kedua tanpa permohonan, yaitu Is??q secara jelas. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa anak yang pertama adalah Ism?‘?l, dan dialah yang menjadi al-dzab?? (anak yang disembelih).

References

Abu Syahbah, Muhammad ibn Muhammad. Al Israiliyat wa al Maudu’at fi Kutub al Tafsir, Cet IV. Kairo : Maktabah al-Sunnah, 1408 H.

al-Bukhari, Siddiq bin Hasan bin Ali al-Husayni al-Qanuji. Fath al-Bay?n f? Maq?sid al-Qur’?n. Bairut : Maktabah al-Asriyyah., 1992.

al-Farmâwy, Abd. Hayyi. al-Bidâyah fi al-Tafsîr al-Mudhû’i; Dirâsah Manhâjiyah Maudhûiyyah. t.tp., 1976.

al-Qaththân, Mannâ’. Pengantar Studi Ilmu Alquran, terj. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1425 H./ 2004 M.

al-Suy???, Jal?l al-D?n. al-Ikl?l f? Istinb?? al-Tanz?l. Beir?t: D?r al-Kutub al-Arab?, 1981.

Al-Syaukânî, Mu?ammad ibn ?Al?. Fat? al-Qad?r: al-J?mi? Bayna Fannay al-Riw?yah wa al-Dir?yah min ?Ilm al-Tafs?r. Beirut: D?r ibn Katsir, 1414 H.

---------------, al-Badr al-Thâli’bi Mahâsini Man ba’da al- Qarn al-Sâbi’. Bayrût: Dâr al-Ma’rifah, t.th.

---------------, Muqaddimah Muhaqqiq Tuhfat al-Dzakirîn. Bayrût: Dâr al-Fikr, t.th.

Gusmian,Islah. Khazanah Tafsir Indonesia dari Hermeneutik hingga Ideologi. Jakarta: : Teraju, 2003.

Jami’ah al-Madinah al-‘Alamiyyah, al-Dakhil fi at-Tafsir. Madinah : Jami’ah al-Madinah al-‘Alamiyyah, 2009.

Shihab, Quraish. Sejarah dan ‘Ulum Alquran. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000.

Published

2025-12-09