At-Tabarruj dalam Perspektif Qir?’ah Mub?dalah Faqihuddin Abdul Kodir

Penulis

  • M. Aufa STIU Wadi Mubarak Bogor

DOI:

https://doi.org/10.56874/alkauniyah.v5i2.1880

Kata Kunci:

At-Tabarruj, Faqihuddin Abdul Qodir, Qira'ah Mubadalah

Abstrak

Keterpengaruhan Indonesia terhadap budaya asing telah memberikan dampak salah satunya pada segi penampilan atau fashion. Banyak sekali pemuda-pemudi saat ini yang terpengaruh dengan gaya berpakaian yang tidak sesuai atau bahkan terkesan mereka berhias secara berlebih-lebihan. Dalam Islam sendiri, berhias bukanlah hal yang dilarang selama tidak dilakukan secara berlebih-lebihan atau yang umumnya dikenal dengan istilah At-Tabarruj. At-Tabarruj merupakan salah satu hal yang dilarang oleh Allah terhadap wanita muslimah. Para mufassir mengatakan bahwa perilaku tabarruj membawa kemudharatan termasuk dapat membangkitkan syahwat bagi laki-laki. Melalui penafsiran tersebut memposisikan perempuan sebagai fitnah bagi laki-laki. Padahal, bagaimana yang terlihat dan sudah terjadi laki-laki pun memiliki potensi yang sama dan dapat menjadi fitnah bagi perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bertujuan untuk menafsirkan makna At-Tabarruj dalam perspektif Qira’ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa dalam Qira’ah Mubadalah, At-Tabarruj juga dapat dimaknai dengan perilaku laki-laki yang memamerkan keindahan tubuhnya sehingga dapat membangkitkan syahwat perempuan dan laki-laki yang ber-tabarruj juga akan mendapatkan ganjaran dengan dosa karena melakukan hal yang dilarang oleh Allah. Mengenai ganjaran dosa itu sendiri juga tidak memandang ia perempuan maupun laki-laki karena jika ia melakukan hal yang dilarang Allah maka akan mendapatkan balasannya tanpa Allah memandang jenis kelamin.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-17

Artikel Serupa

1-10 dari 48

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.