Konsep Kompensasi Yang Adil Dalam Perspektif Islam Dan Relevansinya Terhadap Kepuasan Kerja

Penulis

  • Kusdi Universitas Al Washliyah Labuhanbatu

DOI:

https://doi.org/10.56874/pjx1wb44

Kata Kunci:

kompensasi, keadilan, kepuasan kerja, perspektif Islam, manajemen sumber daya manusia

Abstrak

Kompensasi merupakan salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan kepuasan kerja, tetapi praktik pengupahan di berbagai organisasi masih diwarnai persoalan ketidakadilan, keterlambatan pembayaran, dan ketidakjelasan akad kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kompensasi yang adil dalam perspektif Islam dan merumuskan relevansinya terhadap kepuasan kerja pegawai. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan sumber data berupa Al-Qur'an, hadis, literatur ekonomi Islam, serta buku dan artikel jurnal tentang kompensasi, keadilan organisasi, dan kepuasan kerja. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi yang adil dalam Islam bertumpu pada lima prinsip, yaitu keadilan (al-'adl), kelayakan, kejelasan akad, ketepatan waktu pembayaran, dan penghargaan terhadap kontribusi. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan teori keadilan (equity theory) dan konsep keadilan organisasi yang mencakup keadilan distributif, prosedural, interpersonal, dan informasional, tetapi memiliki landasan transendental yang menjadikan pemenuhan hak pegawai sebagai kewajiban agama. Kompensasi yang memenuhi prinsip-prinsip tersebut berpotensi meningkatkan kepuasan kerja karena memenuhi kebutuhan materiil sekaligus rasa keadilan dan penghargaan pegawai

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adams, J. S. (1963). Toward an understanding of inequity. The Journal of Abnormal and Social Psychology, 67(5), 422–436. https://doi.org/10.1037/h0040968

Al-Qurtubi. (2006). Al-Jami' li ahkam al-Qur'an (Jilid 10). Dar al-Kutub al-Mishriyyah.

Chapra, M. U. (1992). Islam and the economic challenge. The Islamic Foundation.

Colquitt, J. A. (2001). On the dimensionality of organizational justice: A construct validation of a measure. Journal of Applied Psychology, 86(3), 386–400. https://doi.org/10.1037/0021-9010.86.3.386

Greenberg, J. (1990). Organizational justice: Yesterday, today, and tomorrow. Journal of Management, 16(2), 399–432. https://doi.org/10.1177/014920639001600208

Heneman, H. G., III, & Schwab, D. P. (1985). Pay satisfaction: Its multidimensional nature and measurement. International Journal of Psychology, 20(1), 129–141.

Herzberg, F., Mausner, B., & Snyderman, B. B. (1959). The motivation to work (2nd ed.). John Wiley & Sons.

Ibnu Katsir. (2000). Tafsir Ibnu Katsir (Terjemahan M. Abdul Ghoffar). Pustaka Amani.

Judge, T. A., Piccolo, R. F., Podsakoff, N. P., Shaw, J. C., & Rich, B. L. (2010). The relationship between pay and job satisfaction: A meta-analysis of the literature. Journal of Vocational Behavior, 77(2), 157–167. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2010.04.002

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya (Edisi penyempurnaan 2019). Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Mannan, M. A. (1996). Islamic economic theory and practice. Islamic Foundation.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Milkovich, G. T., Newman, J. M., & Gerhart, B. (2014). Compensation (11th ed.). McGraw-Hill Education.

Qardhawi, Y. (1997). Norma dan etika ekonomi Islam. Gema Insani Press.

Williams, M. L., McDaniel, M. A., & Nguyen, N. T. (2006). A meta-analysis of the antecedents and consequences of pay level satisfaction. Journal of Applied Psychology, 91(2), 392–413. https://doi.org/10.1037/0021-9010.91.2.392

Zed, M. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Konsep Kompensasi Yang Adil Dalam Perspektif Islam Dan Relevansinya Terhadap Kepuasan Kerja. (2025). J-Mabisya: Journal of Islamic Business and Management, 7(1), 26-41. https://doi.org/10.56874/pjx1wb44