ecognizing Baby Blues as a Preventive Measure Mengenal Baby Blues sebagai Upaya Pencegahan Section Articles

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Liliana Hasibuan

Abstract

Pada dasarnya baby blues merupakan depresi ringan dan mayoritas terjadi pada ibu baru melahirkan dan akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan apabila ditangani dengan tepat, akan tetapi kejadian baby blues ini akan menyita perhatian kita sebab ada dampak yang ditimbulkan pada ibu baru melahirkan serta pada  bayinya yang cukup mengkhawatirkan dan sudah pada kategori depresi berat jika tidak disadari lebih awal sehingga topik ini perlu untuk dikaji lebih lanjut sebagai upaya pencegahan. Baby blues ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya pengetahuan ibu, kurangnya dukungan sosial, ibu primipara, ibu dengan peran ganda, faktor biologis atau hormon, faktor ekonomi, faktor usia dan lainnya. Gejala yang muncul digambarkan dengan kecemasan, emosi yang teramat labil, overthinking, dan sedih yang datang secara tiba-tiba. Adapun penelitian baby blues ini bersumber pada literatur kajian ilmiah dilengkapi dari narasi peneliti jenis fenomenologi sehingga akan ditemukan banyak pemaparan yang akan menghasilkan bahwa baby blues dapat dicegah dengan memperbanyak pengetahuan serta pemahaman bagi ibu yang akan melahirkan. Selain itu, ibu dan ayah perlu memahami perawatan baby guna memberikan hal terbaik untuk anak dalam tumbuh kembangnya serta ibu dan ayah perlu memahami parenting ala Nabi untuk mendapatkan cara pendidikan agar selamat dan bahagia dunia akhirat.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Hasibuan, Liliana. 2025. “Ecognizing Baby Blues As a Preventive Measure: Mengenal Baby Blues Sebagai Upaya Pencegahan”. JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) 5 (2):593-601. https://doi.org/10.56874/tila.v5i2.2694.

References

  1. Oktaputrining, D., C., S., & Suroso, S. (2018). Post Partum Blues: Pentingnya Dukungan Sosial Dan Kepuasan Pernikahan Pada Ibu Primipara. Psikodimensia, 16(2), 151.
  2. Rahayu, P. T. (2017). Pengalaman Baby Blues Syndrome Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 13–41.
  3. Suryati, S. (2008). the Baby Blues and Postnatal Depression. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 2(2), 191.
  4. Tarisa, N., Octarianingsih, F., Ladyani, F., & Pramesti, W. (2020). Distribusi Frekuensi Kejadian Postpartum Blues Pada Ibu Pascamelahirkan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 1057–1062.
  5. Widyaningtyas, M. D. (2019). Pengalaman Komunikasi Ibu Dengan Baby Blues Syndrome Dalam Paradigma Naratif. Jurnal Manajemen Komunikasi, 3(2), 202.
  6. Arfian, Soffin. (2012). Baby Blues: Mengenali Penyebab, Mengetahui Gejala, & Mengantisipasinya. Solo: Metagraf Tiga Serangkai.
  7. Nur Abdul Hafizh Suwaid, Muhammad. (2010). Manhaj at-Tarbiyyah an- Nabawiyyah lith Thifl. terj. Farid Abdul Aziz Qurusy: Yogyakarta: Pro U Media.
  8. Rapley, Gill & Murket Tracey. (2014). Baby-Ied Parenting: The Easy way to nurture, understand and connect with your baby.terj. Adhya Pramono. Jakarta: Gramedia.
  9. Kumala, Tikah. (2020). A-Z yang datang setelah Melahirkani.Yogyakarta: Penerbit Briliant.