Formula Metode Pembelajaran Materi Ajar Tradisi Lisan Bagi Anak Usia Dini

Learning Method Formula for Teaching Oral Traditions to Young Children

Authors

DOI:

https://doi.org/10.56874/tila.v1i1.430

Keywords:

Tradisi Lisan, Inovasi, Pembelajaran

Abstract

Karakter anak didik yang berusia anak-anak sangat mengandalkan pembelajaran yang berbasis cerita di antara memanfaatkan tradisi lisan. Dengan demikian, pendidik dituntut piawai dalam mengemas pembelajaran dengan bahan ajar yang bersumber dari tradisi lisan. Pendidik dapat memanfaatkan analisis SWOT dalam evaluasi metode pembelajaran. Hal yang penting dari pembelajaran berbasis tradisi adalah kreatifitas mengembangkan sumber tradisi lisan, menggali fakta yang dilisankan, dan mempersiapkan perangkat dukung dalam berkunjung atau menyaksikan tradisi lisan yang dipertunjukkan. Hal ini dilakukan agar anak didik meyakini kebenaran tradisi lisan dan tidak jenuh hanya bertahan di ruang kelas (monoton). Efek positif tradisi lisan yang dipertunjukkan anak mampu menyaksikan secara langsung akan terpancing kreatifitasnya membuat model tradisi lisan khas anak terimajinasi. Kreatifitas sangat penting untuk mengembangkan potensi daya nalar anak. Masa anak-anak adalah masa berimajinasi dengan dimotivasi.

References

Danandjaya, James. 1984. Folklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Grafiti: Jakarta.

Endraswara, Suwardi. 2005. Tradisi Lisan Jawa Warisan Abadi Budaya Leluhur. Narasi: Yogyakarta.

Mahayana, Maman. Jembatan Kelisanan dan Keberaksaraan. Kompas, 8 Januari 2012.

Tafsir, Ahamd. 1998. Filsafat Islam. Ghalia: Bandung.

Downloads

Published

2021-07-14

How to Cite

“Formula Metode Pembelajaran Materi Ajar Tradisi Lisan Bagi Anak Usia Dini: Learning Method Formula for Teaching Oral Traditions to Young Children”. 2021. JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) 1 (1): 13-27. https://doi.org/10.56874/tila.v1i1.430.