Tradisi Mangaji Pusaro Pada Masyarakat Nagari Lurah Ampalu di Kecamatan VII Koto Sungai Sarik Sumatra Barat (Studi Living Al-Qur`an)
DOI:
https://doi.org/10.56874/alkauniyah.v6i2.2811Kata Kunci:
al misbah, kompetensi, pendidikAbstrak
Penelitian ini mengkaji fenomena Living Al-Qur’an yang terwujud dalam tradisi mangaji pusaro pada masyarakat Nagari Lurah Ampalu, Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap sejarah, prosesi pelaksanaan, serta nilai-nilai spiritual dan sosial yang terkandung dalam tradisi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan antropologis, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mangaji pusaro bukan sekadar ritual ziarah kubur bersama, melainkan sebuah ekspresi spiritual komunal yang memadukan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan nilai-nilai budaya lokal Minangkabau. Tradisi ini memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan kesadaran akan kematian (dzikrul maut), serta menjadi sarana internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, mangaji pusaro merupakan manifestasi Living Al-Qur’an yang menampilkan harmonisasi antara ajaran Islam dan tradisi lokal, sehingga berkontribusi terhadap pelestarian nilai-nilai religius dan sosial budaya masyarakat Minangkabau.
Referensi
p
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Al-Kauniyah : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
Al-Kauniyah: Jurnal Alquran dan Tafsir by Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.


