Keistimewaan Tikrar Al-Qur'an

Penulis

  • Alwin Tanjung Tanjung

DOI:

https://doi.org/10.56874/alkauniyah.v3i2.1136

Kata Kunci:

Konsep, al-Tikrar, Al-Qur’an

Abstrak

Penelitian ini mengkaji secara analitis tentang tikr?r atau pengulangan ayat dalam al-Qur’an. Skripsi ini merupakan jawaban terhadap sebagian orang yang tidak menyukai al-Qur?an di mana mereka beranggapan bahwa pengulangan ayat yang terdapat di dalam al-Qur?an adalah sesuatu yang tidak sistematis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang datanya bersumber dari pustaka (Library Research) yang di dalamnya mencakup data-data primer dan sekunder. Kemudian, pembahasan di dalam penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, yaitu dengan memaparkan tentang konsep tikr?r dalam al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini adalah: Secara terminologi dapat disimpulkan bahwa definisi al-tikrar dalam al-Qur’an yaitu pengulangan yang terdapat dalam al-Qur`an baik berupa lafadz, ayat, maupun topik-topik tertentu seperti: kisah para nabi; pembahasan surga dan neraka; kabar gembira dan peringatan, serta pengulangan turunnya ayat ataupun surat, dengan tujuan-tujuan tertentu, yang hal ini merupakan salah satu bentuk I’jaz al-Qur`an, dalam segi gaya bahasa dan kandungan maknanya. Secara umum, fenomena al-tikrar dalam al-Qur`an dibagi menjadi dua jenis, yaitu pengulangan lafadz dan makna (tikrar al-lafdz wa al-ma’na) dan pengulangan makna saja, tanpa lafadz (tikrar al-lafdz duna al-ma’na). Fungsi al-tikrar dalam al-Qur`an antara lain adalah li al-taqrir (penetapan dan penegasan) li al-ta`kid (menguatkan makna), li al-ta’zhim (memuliakan), li al-tahwil (memberikan gambaran buruk dan menakutkan).

Diterbitkan

2023-01-19

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama