ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA (STUDI KASUS: UNIT USAHA IKAN NILA SISTEM KERAMBA JARING APUNG DI DANAU MANINJAU, KECAMATAN TANJUNG RAYA, KABUPATEN AGAM)

  • UTARI SARAWIT
Keywords: Danau Maninjau, Ikan Nila, Kelayakan Usaha, Keramba Jaring Apung, Pendapatan

Abstract

Danau Maninjau daerah penghasil produksi ikan dengan sistem KJA terbesar di Kabupaten Agam. Dampak usaha KJA bagi masyarakat, diantaranya peningkatan pendapatan, kesempatan kerja, dan peluang usaha. Keterbatasan ilmu dalam mengetahui kelayakan usaha yang dijalankan sesuai dengan pendapatan usaha, menjadi masalah utama yang ditemukan sehingga perlu dilakukannya Analisis pendapatan dan kelayakan usaha budidaya ikan sistem KJA. Penelitian ini bertujuan untuk 1).Menganalisis berapa besaran pendapatan yang diperoleh pengusaha budidaya Ikan Nila sistem KJA, 2). Mendeskripsikan usaha budidaya Ikan Nila sistem KJA layak dikembangkan. Penelitian dilakukan di Jorong Rambai, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah dengan sengaja (purposive) berdasarkan kriteria yang dipilih dari 5 unit usaha KJA. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan, BEP dan kelayakan usaha. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa: 1).Pendapatan terkecil dari 5 unit usaha KJA adalah keramba Nuh sebesar Rp.378.086.625, sementara pendapatan terbesar adalah keramba Muhammad sebesar Rp.2.487.874.375 2). Analisis BEP penerimaan, BEP produksi dan BEP harga 5 unit usaha KJA sudah mengalami tidak untung dan tidak rugi 3).Berdasarkan R/C Ratio yang didapatkan, usaha yang layak dijalankan dari 5 unit usaha KJA ini adalah keramba Isa karena memiliki R/C Ratio tertinggi yaitu 3,00, 4). Berdasarkan produktivitas modal usaha yang layak dijalankan adalah keramba Isa yaitu 200%, 5). Berdasarkan produktivitas tenaga kerja, usaha yang layak dijalankan adalah keramba Muhammad yaitu Rp.13.268.663/HKO.

Published
2021-06-16
Section
Articles