IMPLEMENTASI PEMENUHAN HAK-HAK PEREMPUAN PASCA PERCERAIAN DALAM PUTUSAN PENGADILAN AGAMA PANYABUNGAN

Penulis

  • Intana Tania Lubis Stain Mandailing Natal

Kata Kunci:

divorce, women's rights, religious court decisions

Abstrak

Perceraian merupakan salah satu peristiwa hukum dalam kehidupan rumah tangga yang menimbulkan berbagai konsekuensi hukum, terutama terkait dengan pemenuhan hak-hak perempuan pasca perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemenuhan hak-hak perempuan pasca perceraian berdasarkan putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Agama Panyabungan serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan aparatur pengadilan dan perempuan yang bercerai, serta dokumentasi terhadap putusan perkara perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pemenuhan hak-hak perempuan pasca perceraian telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Namun dalam praktiknya, implementasi putusan tersebut belum sepenuhnya efektif karena berbagai faktor, seperti rendahnya kesadaran hukum para pihak serta tidak dilakukannya upaya eksekusi terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran hukum masyarakat serta optimalisasi pelaksanaan putusan pengadilan agar hak-hak perempuan pasca perceraian dapat terpenuhi secara maksimal

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

30-05-2026

Cara Mengutip

IMPLEMENTASI PEMENUHAN HAK-HAK PEREMPUAN PASCA PERCERAIAN DALAM PUTUSAN PENGADILAN AGAMA PANYABUNGAN. (2026). NAJOGI: Jurnal Kajian Gender, Anak dan Inklusi Sosial, 1(1), 15-25. https://jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/najogi/article/view/3100