Nilai-Nilai Living Qur’an dalam Tradisi Sadakah Kaji Kamatian di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan

Penulis

  • Ghaniyatul Ilmi Institut Agama Islam Sumatera Barat
  • Azamel Fata Institut Agama Islam Sumatera Barat
  • Erwin Saputra Andika Institut Agama Islam Sumatera Barat
  • Aulia Fitri Institut Agama Islam Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.56874/alkauniyah.v6i2.2816

Kata Kunci:

Sadakah Death Studies, Living Qur'an

Abstrak

Tradisi sadakah kaji kamatian di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan merupakan praktik budaya-religius masyarakat Minangkabau yang memadukan adat dan ajaran Islam. Tradisi ini meliputi pembacaan ayat Al-Qur’an, zikir, doa bersama, serta sedekah yang dipahami sebagai pengamalan nilai-nilai Qur’ani dan bentuk solidaritas sosial. Masyarakat memandang tradisi ini sebagai sarana ibadah, penguatan hubungan kekeluargaan, serta pengingat kematian sehingga menjadikannya bagian dari praktik Living Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan antropologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini menghidupkan nilai ibadah, sedekah, silaturahmi, pendidikan spiritual, dan pewarisan budaya kepada generasi muda. Tradisi sadakah kaji kamatian menjadi bukti bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sosial masyarakat Minangkabau

Diterbitkan

2025-12-05

Artikel Serupa

1-10 dari 54

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama