Paralelitas Unsur-Unsur Penciptaan Manusia (Analisis Intertekstualitas Antara Al-Qur’an dan Al-Kitab)

  • Ekatul Hilwatis Sakinah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Syahidil Mubarik Mh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Kata Kunci: al-Qur’an, al-Kitab, Intertekstualitas, Manusia, Penciptaan

Abstrak

Abstrak

Unsur-unsur penciptaaan manusia yang disebutkan oleh al-Qur’an dan al-Kitab memiliki persamaan, meski perlu diakui bahwa al-Qur’an lebih eksplisit dalam menjelaskannya. Hal ini kemudian memicu adanya perluasan makna yang dilakukan oleh al-Qur’an terhadap al-Kitab. Penelitian ini berfokus pada unsur-unsur penciptaan manusia dengan menggunakan teori intertekstualitas yang digagas oleh Julia Kristeva. Ada dua masalah utama yang akan dijawab dalam penelitian yaitu bagaimana al-Qur’an dan al-Kitab dalam menjelaskan mengenai unsur-unsur pembentukan manusia serta bagaimana pendekatan intertekstualitas mampu menjelaskan unsur-unsur pembentukan manusia yang termaktub dalam al-Qur’an dan al-Kitab. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mencari hubungan unsur-unsur penciptaan manusia dalam al-Qur’an dan al-Kitab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan jenis kepustakaaan (library research). Data-data dikumpulkan melalui buku-buku, artikel, jurnal, dan tulisan yang terkait dengan tema penelitian. Hasil menunjukkan bahwa antara al-Qur’an dan al-Kitab dalam menjelaskan unsur-unsur penciptaan manusia memiliki transposisi hubungan teks yang tidak hanya masuk dalam kategori paralel tetapi juga masuk dalam kategori ekspansi, eksistensi, dan konversi. Ekspansi terjadi ketika al-Qur’an telah melakukan perluasan makna tentang unsur-unsur penciptaan manusia dalam al-Kitab yaitu tanah, air, dan ruh. Eksistensi yaitu ketika al-Qur’an memunculkan istilah-istilah air secara eksplisit sebagai unsur penciptaan manusia, termasuk air mani. Konversi yaitu adanya pertentangan antara teks al-Qur’an dan al-Kitab mengenai siapa yang diciptakan dari tanah. Al-Kitab menarasikan hanya Adam yang tercipta dari tanah dan Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam, sedangkan al-Qur’an menarasikan bahwa Adam dan Hawa tercipta dari unsur yang sama yaitu tanah.

Kata Kunci: al-Qur’an, al-Kitab, Intertekstualitas, Manusia, Penciptaan

Referensi

Aini, Samratul. “Kisah Nabi Yunus dalam al-Qur’an dan al-Kitab; Pendekatan Intertekstual Julia Kristeva.” El-Maqra’. 2 (2022): 21–29.
Badan Litbang & Diklat Kementerian Agama RI, Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Penciptaan Manusia Pertama, 2010.
Baiquni, Ahmad. Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman. Jakarta: Dana Bhakti Prima Yasa, 1996.
———. “Al-Qur’an Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.” Jakarta: dana Bhakti Prima Yesa, 1996.
Budiman, Kris. Semiotika Visual: Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra, 2011.
Cantwell Smith, Wilfred. Kitab Suci Agama-Agama. Jakarta: Teraju, 2005.
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Tafsirnya. Jakarta: Lentera Abadi, 2010.
Faridatunnisa, Nor. “Intertekstualitas Kisah Isa dan Maryam dalam al-Qur’an dan al-Kitab.” Jurnal.Stairakha-Amuntai.Ac.Id 16 (2020): 83–116.
Garwan, Muhammad Sakti. “Analisis Semiotika pada Teks al-Qur ’an tentang Intertekstualitas Julia Kristeva.” Substantia 22 (6), April (2020): 49–60.
Henry, Matthew. Tafsiran Matthew Henry Kitab Ayub, 2009.
Ii, Federans Randa. “Manusia adalah Ciptaan Gambar Allah” 3, no. 1 (2022): 35–45.
Jawhari, Tanthawi. Al-Jawhir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim. Mesir: Musthafa al-Bab Halaby, n.d.
Khikmatiar, Azkiya. “Kisah Nabi Nuh dalam al-Qur’an (Pendekatan Intertekstual Julia Kristeva).” Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu al-Qur’an Dan Tafsir 4, no. 2 (2019): 209–26. https://doi.org/10.32505/tibyan.v4i2.1144.
Nadiah Thayyarah. Buku Pintar Sains dalam ql-Qur’an. Jakarta: Zaman, 2014.
Nasarudin Umar. Argumen Kesetaraan Gender Perspektif al-Qur’an. Jakarta: Paramadina, 2001.
Neuwirth, Angelika. Qur’anic Reading of the Psalms. Edited by dan Michael Marx Angelika Neurwirth, Nicolai Sinai. The Qur’an. London: E.J Brill, 2010.
Riska, “Kisah Penciptaan Adam (Studi Perbandingan al-Qur'an dan al-Kitab)", Program Studi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Institut agama Islam Negeri Palopo, 2022.
Rosang, Djonly J. R. “Studi Kritik Teori Penciptaan dalam Kejadian 1:1-2 (Suatu Kajian Terhadap Argumentasi Teori Celah).” HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2019): 62–78. https://doi.org/10.46817/huperetes.v1i1.19.
Shaliba, Jamil. Al-Mu’jam Al-Falsafi. Jilid 1. Beirut: Dar al-Kutub al-Lubnani, 1973.
Sinaga, Elfri Darlin. “Pandangan Sains dan Alkitab Tentang Asal-Usul dan Penanggalan Penciptaan Manusia.” Jurnal Ilmiah Teologi 1. 1 (2017): 1–19.
Syafii, Ahmad. “Kritik Islam atas Teori Evolusi Darwin (Suatu Kajian tentang Asal-Usul Kehidupan Manusia).” Hunafa 3 (2006): 263–74.
Taufik, Leo Muhammad. “Teori Evolusi Darwin: Dulu, Kini, dan Nanti.” Jurnal Filsafat Indonesia 2, No. 3 (2019): 98. https://doi.org/10.23887/jfi.v2i3.22150.
Wasilatul Firdausiyah, Umi. “Kajian Semanalisis Hingga Intertekstualitas Julia Kristeva: Analisis Atas Teks al-Quran tentang Eksistensi Hujan.” Journal of Islamic Civilization 3, no. 1 (2021): 1–12. https://doi.org/10.33086/jic.v3i1.2006.
Wijaya, Roma. “Makna Toleransi dalam Al-Qur’an dan Bibel (Analisis Intertekstualitas Julia Kristeva).” ALLAIS Journal of Arabic Language and Literature 1. 2 (2022): 81–95. https://doi.org/10.22515/allais.v1i2.5549.
Yayasan Lembaga SABDA. “Alkitab Sabda.” https://alkitab.sabda.org/bible.php, 2015.
Yulizar, M Adriani. “Bentuk Penciptaan Manusia Dari Tanah Menurut Al-Qur’an (Kajian Mutaradif Ayat).” Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam 9.2 (2019): 1–12.
Diterbitkan
2023-12-30
Bagian
Articles