Online Loans in Muslim Families: A Fiqh al-Muamalah Analysis of Debt Responsibility and Family Resilience

Authors

  • Andri muda Nst Stain Mandailing Natal
  • Nelviani Nst Insitut Agama Islam Padang Lawas

DOI:

https://doi.org/10.56874/islamiccircle.v7i1.3067

Keywords:

Online Loans, Islamic Commercial Law, Debt Liability, Family Stability, Maqasid Al-Sharia

Abstract

This study analyses the practice of online lending within Muslim households from the perspective of muamalah fiqh, the liability of husbands and wives for debt under Islamic family law, and its implications for family resilience within the maqashid al-sharia. The proliferation of online lending, with outstanding balances approaching Rp95 trillion by the end of 2025, has triggered domestic conflicts and even divorce. This normative-empirical qualitative study combines an analysis of fiqh texts, DSN-MUI fatwas, the Compilation of Islamic Law, and interviews with couples using online loans, scholars, religious counsellors, and academics in the city of Padangsidimpuan. The research findings reveal three key points. Firstly, conventional online lending is not Sharia-compliant as it involves riba through interest and cumulative penalties, gharar due to unclear information, and problematic multiple contracts that contravene DSN-MUI Fatwa No. 117/2018. Secondly, debt liability is personal if the spouse is not involved (Article 93(1) of the Islamic Family Law), becomes a joint liability if for the family’s benefit (Article 93(2) of the Islamic Family Law), and cannot be imposed on a spouse who is unaware of the unilateral debt. Thirdly, online lending threatens family resilience in multiple dimensions: eroding assets, endangering lives through psychological pressure, impairing mental well-being, damaging the family through divorce, and eroding religious values. The vulnerability of women, who account for 62.14% of online lending victims, underscores the urgency of protecting vulnerable groups. This study recommends strengthening Islamic financial literacy, regulating spousal consent, and developing Sharia-compliant fintech based on qardh al-hasan.

References

Abdurrahman. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: CV Akademika Pressindo, 2007.

Al-Qaradhawi, Yusuf. Fawaid al-Bunuk Hiya al-Riba al-Muharram. Kairo: Maktabah Wahbah, 2001.

ALI, M M. “Tinjauan Yuridis Terhadap Harta Bersama Sebagai Jaminan Kredit Perbankan Saat Terjadi Perceraian Dalam Perspektif Hukum Islam ….” unissula, 2022.

Amalia, Rizqi Maulida, Muhammad Yudi Ali Akbar, dan Syariful Syariful. “Ketahanan Keluarga dan Kontribusinya Bagi Penanggulangan Faktor Terjadinya Perceraian.” Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora 4, no. 2 (2018): 129.

Anggraeni, Ninda Dwi, dan Fauziyah Putri Meilinda. “Internalisasi Nilai-Nilai Maqashid Syariah Dalam

Asy-Syatibi, Abu Ishaq. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari’ah. Vol. 2. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2003.

az-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Vol. 4. Beirut: Dar al-Fikr, 2011.

DSN-MUI. “Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.” Fatwa Dewan Syariah NasionalNo. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah, 2018. https://dsnmui.or.id/kategori/fatwa/.

Hafizuddin, M. “Fenomena Pinjaman Online dan Implikasinya bagi Ketahanan Keluarga.” Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, 2025.

Halo JPN Kejaksaan Republik Indonesia. “Hutang Piutang dalam Rumah Tangga.” Layanan Konsultasi Hukum Online, 2025.

Hasnita, Nevi. Konsep Multiakad (Hybrid Contract) Dalam Kajian Fikih Muamalah Kotemporer. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. Vol. 3. UIN Ar-Raniry, 2021. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf.

I Al-Bajuri. Hasyiyah al-Bajuri. Beirut, Lebanon.: Dar Ihya’at-Turas al-’Arabi, 1997.

Ibn Qudamah. al-Mughni. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2020.

Ibnu Qudamah. al-Kafii fi al-fiqh al-Imam Ahmad Ibn Hanbal. Beirut, Lebanon.: Maktabah Al-Islami, n.d.

Ibnu Rusyd. Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid, Jilid 1. Beirut, Lebanon.: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2002.

Johnny, Ibrahim. Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia, 2008.

Kompas. “Laporan Pengaduan Korban Pinjaman Online 2018-2024.” Jakarta, 2024. https://megapolitan.kompas.com/read/2025/04/28/15301271/1944

Kurnia, B N, dan S H Shallman. “Analisis Yuridis Pinjaman Online Berbasis Jaminan Data Pribadi yang Dibandingkan dengan Praktik Pinjaman Konvensional,” 2022. http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/101118%0A

Marlina, L, T A Aziz, dan H N Yasin. “Fintech, Implikasi Hukum Riba dalam Fintech, Fintech Syariah vs Fintech Konvensional, dan Peran Etika Bisnis Islam dalam Fintech.” Jurnal Al-Uqudana: Jurnal Hukum dan Etika Bisnis Syariah, 2025. https://journal.stai-almujtama.ac.id/index.php/al-uqudana/article/view/152.

Meliza, dan Anggrainy Putri Ayuningrum. “The Impact of Fintech Peer to Peer Lending and E-Money Transaction on Economic Growth: The Moderating Role of Inflation.” E3S Web of Conferences 622 (2025). https://doi.org/10.1051/e3sconf/202562204007.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2018.

MR Qal’ahji. al-Mausu ’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah. Beirut, Lebanon.: Dar al-Nafa’is, 2000.

Muhsin, A. Maqasid AL-Mukallaf (Applicative Solutions to Comprehensive Fatwa).” International Journal of Social Science and …, 2022. http://repository.iainpare.ac.id/3740/1/

Abdurrahman. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: CV Akademika Pressindo, 2007.

Al-Qaradhawi, Yusuf. Fawa’id al-Bunuk Hiya al-Riba al-Muharram. Kairo: Maktabah Wahbah, 2001.

ALI, M M. “Tinjauan Yuridis Terhadap Harta Bersama Sebagai Jaminan Kredit Perbankan Saat Terjadi Perceraian Dalam Perspektif Hukum Islam ….” unissula, 2022. http://repository.upm.ac.id/id/eprint/4074%0A

Amalia, Rizqi Maulida, Muhammad Yudi Ali Akbar, dan Syariful Syariful. “Ketahanan Keluarga dan Kontribusinya Bagi Penanggulangan Faktor Terjadinya Perceraian.” Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora 4, no. 2 (2018): 129. https://doi.org/10.36722/sh.v4i2.268.

Anggraeni, Ninda Dwi, dan Fauziyah Putri Meilinda. “Internalisasi Nilai-Nilai Maqashid Syariah Dalam Psikoterapi Keluarga Muslim.” Jurnal Studi Hukum Islam 13, no. 2 (2024): 198.

Asy-Syatibi, Abu Ishaq. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari’ah. Vol. 2. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2003.

az-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Vol. 4. Beirut: Dar al-Fikr, 2011.

DSN-MUI. “Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.” Fatwa Dewan Syariah NasionalNo. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah, 2018. https://dsnmui.or.id/kategori/fatwa/.

Hafizuddin, M. “Fenomena Pinjaman Online dan Implikasinya bagi Ketahanan Keluarga.” Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, 2025.

Halo JPN Kejaksaan Republik Indonesia. “Hutang Piutang dalam Rumah Tangga.” Layanan Konsultasi Hukum Online, 2025.

Hasnita, Nevi. Konsep Multiakad (Hybrid Contract) Dalam Kajian Fikih Muamalah Kotemporer. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. Vol. 3. UIN Ar-Raniry, 2021. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf.

I Al-Bajuri. Hasyiyah al-Bajuri. Beirut, Lebanon.: Dar Ihya’at-Turas al-’Arabi, 1997.

Ibn Qudamah. al-Mughni. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2020.

Ibnu Qudamah. al-Kafii fi al-fiqh al-Imam Ahmad Ibn Hanbal. Beirut, Lebanon.: Maktabah Al-Islami, n.d.

Ibnu Rusyd. Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid, Jilid 1. Beirut, Lebanon.: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2002.

Johnny, Ibrahim. Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia, 2008.

Kompas. “Laporan Pengaduan Korban Pinjaman Online 2018-2024.” Jakarta, 2024. https://megapolitan.kompas.com/read/2025/04/28/15301271/1944

Kurnia, B N, dan S H Shallman. “Analisis Yuridis Pinjaman Online Berbasis Jaminan Data Pribadi yang Dibandingkan dengan Praktik Pinjaman Konvensional,” 2022. http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/101118%0A

Marlina, L, T A Aziz, dan H N Yasin. “Fintech, Implikasi Hukum Riba dalam Fintech, Fintech Syariah vs Fintech Konvensional, dan Peran Etika Bisnis Islam dalam Fintech.” Jurnal Al-Uqudana: Jurnal Hukum dan Etika Bisnis Syariah, 2025. https://journal.stai-almujtama.ac.id/index.php/al-uqudana/article/view/152.

Meliza, dan Anggrainy Putri Ayuningrum. “The Impact of Fintech Peer to Peer Lending and E-Money Transaction on Economic Growth: The Moderating Role of Inflation.” E3S Web of Conferences 622 (2025). https://doi.org/10.1051/e3sconf/202562204007.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2018.

MR Qal’ahji. al-Mausu ’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah. Beirut, Lebanon.: Dar al-Nafa’is, 2000.

Muhsin, A. Maqasid Almukallaf (Applicative Solutions to Comprehensive Fatwa).” International Journal of Social Science and …, 2022. http://repository.iainpare.ac.id/3740/1/

Otoritas Jasa Keuangan. “Daftar Penyelenggara Fintech Lending Berizin OJK per Desember 2025," diakses 7 Maret 2026, https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/financial-technology/Pages/Penyelenggara-Fintech-Lending-Berizin.aspx.,” 2025.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Nomor 77 Tahun 2016 Pasal 26) (2016).

Putri, L. S., Rahmah, M., & Erdetya, E. “Penguatan Ketahanan Keluarga Melalui Sosialisasi Nilai-Nilai Tasawuf Dalam Keluarga Muslim.” Al Haziq: Journal of Community Service 4, no. 2 (2025).

R. Subekti. Pokok-Pokok Hukum Perdata, Cet 31. Jakarta: PT Internasa, 2003.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Neagara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186, Pub. L. No. 16 (2019).

RK Brahmana and E Lau. “Adoption of peer-to-peer (P2P) fintech lending: A study of socio-demographic factors.” International Journal of Business and Society, 2024.

Soekanto, Soerjono. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta, 2017.

SYAFIUDDIN, F A. “Kisah Keluarga Imran Dalam Ketahanan Keluarga Kontemporer Dalam Perspektif Nilai-Nilai Maqashid Syariah,” 2025. http://repository.uin-suska.ac.id/89259/%0Ahttp://repository.uin-suska.ac.id/89259/1/fauzan_removed - Fauzan Azima Syafiuddin.pdf.

Syarifuddin, A. Hukum Perkawinan Islam Indonesia Antara Fiqh Munakahat, 2018. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/71252/1/Buku.pdf.

Thoha, Aris Badaruddin. “Pinjaman Online Dalam Tinjauan Hukum Islam.” Jurnal Informatika Komputer, Bisnis dan Manajemen 20, no. 1 (2023): 80–94. https://doi.org/10.61805/fahma.v20i1.46.

Triastuti fitri. “Dampak Pinjaman Online (Pinjol) Terhadap Keuangan Keluarga Di Kota Pontianak".” IAIN Pontianak, 2025.

Wahid, Abdul. Fiqh Munakahat Kontemporer. Jakarta: Kencana, 2023.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Andri muda Nst, & Nelviani Nst. (2026). Online Loans in Muslim Families: A Fiqh al-Muamalah Analysis of Debt Responsibility and Family Resilience. Islamic Circle , 7(1), 11–31. https://doi.org/10.56874/islamiccircle.v7i1.3067