PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MELALUI TRADISI MEBAT, MENGAYUN DAN MANGALAP BORU DI DESA PARANNAPA JAE, KECAMATAN BARUMUN BARAT, KABUPATEN PADANG LAWAS

Authors

  • Reski Nabila Batubara Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Adelia Amanda Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Irhamni Ulfa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Riska Amelia Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Rina Angriani Lubis Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Riski Ramadani Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Ani Rukmana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Aswandi Nasution Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Tiara Fitri Damayanti Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Nasrul Jalil Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Vito Dasrianto Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml

Keywords:

Mebat, Mangayun, Mangalap boru

Abstract

Pelestarian budaya lokal merupakan salah satu upaya penting untuk menjaga keberadaan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya lokal tidak hanya menjadi identitas suatu masyarakat, tetapi juga mengandung nilai sosial, kekeluargaan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap adat yang telah berkembang dalam kehidupan masyarakat. Desa Parannapa Jae, Kecamatan Barumun Barat, Kabupaten Padang Lawas merupakan salah satu wilayah yang masih mengenal dan melaksanakan berbagai tradisi masyarakat Mandailing. Dalam kegiatan KKN, mahasiswa turut mengamati dan terlibat dalam kegiatan budaya berupa mangayun yang dilaksanakan pada 4 Juli 2026, mangalap boru pada 14 Juli 2026, dan mebat pada 15 Juli 2026. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan kegiatan budaya tersebut serta melihat nilai pelestarian budaya yang terdapat di dalamnya melalui keterlibatan masyarakat dan mahasiswa KKN. Penulisan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Corry, R., Damanik, M. P., Tarihoran, M. G., Tarigan, C. B., Paskah, P., Tungkup, C. O. L., Riris, G., Simamora, M., & Sitompul, R. (2026). Pelestarian budaya lokal sebagai bentuk implementasi ilmu sosial dan budaya dasar dalam kehidupan masyarakat. PEDAGOGI: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 12(1), 90–94.

Daulay, H. H., & Mulyadi. (2022). Prosesi pra pernikahan dalam adat mandailing persfektif hukum islam: Studi Kasus Kabupaten Padang Lawas. Jurnal ASA: Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam, 4(1), 15–32.

Dora, N., Lingga, A. S., Audry, F., & Husna, F. (2024). Tradisi Markobar Sebagai Identitas Dan Kearifan Lokal Masyarakat Batak Mandailing. Jurnal Riset, Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(2), 110–121.

H, A. A. N., Ibrahim, B., & Fikri, A. (2023). Tata Cara Perkawinan Suku Mandailing di Kecamatan Mandau Pada Era Globalisasi. JISHUM : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(4), 943–956. https://doi.org/10.57248/jishum.v1i4.199

Harahap, A. L. (2021). Analysis of relationship between language applications and culture; Angkola- Mandailing community. AKSARA: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 22(2), 260–271. https://doi.org/10.23960/aksara/v22i2.pp260-271

Khair Amal, B., & Syafutra Siregar, R. (2023). Martandang; Kearifan Lokal Dalam Mengatur Pergaulan Remaja Suku Mandailing. Jurnal Antropologi : Isu-Isu Sosial Budaya, 25(1). http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/

Lubis, R. M., Pane, S. M., & Lubis, M. (2025). Pergeseran Tradisi Lisan dalam Upacara Adat Mandailing: Sebuah Kajian Budaya Lokal. M I N D : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Budaya, 5(1), 62–68.

Nasution, T., Sibarani, R., Lubis, S., & Setia, E. (2021). The tradition of markobar in mangalap boru “Picking a Bride” as advice for the women mental health in mandailing wedding ceremony. Gaceta Sanitaria, 35(2), S561–S563. https://doi.org/10.1016/j.gaceta.2021.10.099

Nursukma Suri, Rahmi Yulida Harahap, & Alya Assyifa Irfani Sani. (2025). Makna Simbolik Upacara Mengayun dalam Masyarakat Mandailing di Desa Sitopayan (Kajian Antropolinguistik). Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 14908–14914. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4184

Putra, D. (2020). Tradisi Markobar Dalam Pernikahan Adat Mandailing Dalam Perspektif Hukum Islam. El Ahli: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(2).

Salsa Nabila Hasan, Putry Rahmayani, Wilda Rohani, Diva Andre Syahreza, & Rahmi Wahyuni. (2025). Tradisi Markobar Sebagai Identitas Dan Kearifan Lokal Masyarakat Mandailing. JIIC, 1(12), 18904–18915.

Sofiun, A., Melalatoa, J., Swasono, M., Rosmalawati, Murniatmo, G., Tobing, N., Sjamsidar, & Parwieningrum, E. (2010). Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Sumatera Utara. Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah Departemen Penclidikan dan Kebudayaan.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MELALUI TRADISI MEBAT, MENGAYUN DAN MANGALAP BORU DI DESA PARANNAPA JAE, KECAMATAN BARUMUN BARAT, KABUPATEN PADANG LAWAS. (2026). Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat), 6(1), 19-32. https://jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/jcdd/article/view/3385