SYMBIOED: Journal of Biology and Education logo

Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat di Desa Ranto Nalinjang Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal

Authors
  • Evi Sandelilah

  • Akhrif Yahsya

  • Roni Handika Putra

Keywords:
Array
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan masyarakat Desa Ranto Nalinjang, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal, mendeskripsikan bentuk pemanfaatannya dalam perspektif etnobotani, serta menganalisis pengetahuan masyarakat dan proses pewarisan pengetahuan tradisional tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kaji etnobotani. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara semi terstruktur terhadap 10 informan kunci (kepala desa, sekretaris desa, pengobat tradisional/dukun kampung, tokoh masyarakat, dan warga berpengalaman) yang dipilih secara purposive sampling, dokumentasi, serta identifikasi morfologi tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 jenis tumbuhan obat dari berbagai famili dimanfaatkan masyarakat, dengan famili Euphorbiaceae dan Zingiberaceae sebagai famili paling dominan (masing-masing 5 spesies). Organ tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun, dengan teknik pengolahan meliputi direbus, ditumbuk, diperas, dilayukan, disuling, dan dikerok untuk mengobati 30 jenis keluhan kesehatan. Pengetahuan mengenai tumbuhan obat diperoleh dari pengalaman dan keluarga serta diwariskan secara lisan dan praktik langsung, meskipun mulai menghadapi tantangan dari modernisasi. Dokumentasi etnobotani ini penting untuk pelestarian kearifan lokal sekaligus penyediaan sumber belajar biologi yang kontekstual.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Makassar: Syakir Media Press.

Alqamari, M., Tarigan, D. M., & Alridiwirsah. (2017). Budidaya tanaman obat dan rempah. Medan: UMMSU Press.

Andania, M. M., Yesika, R., & Ferdian, A. (2024). Studi etnobotani pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat Nagari Sijunjung. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 12(1), 1–4.

Anggraini, & Fakhrozi. (2025). Studi etnobotani tumbuhan obat oleh etnis Suku Dayak di Desa Kayu Tanam Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Jurnal Ilmu Lingkungan, 3(1), 234–246.

Budiansyah, A., Digdoyo, P., & Rivai, R. R. (2015). Pemetaan paten terdaftar berdasarkan pemanfaatan sumber daya hayati di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(14), 1715–1718.

Febriyanto, H. (2022). Merawat tradisi mempertahankan eksistensi: Studi etnobotani tanaman obat Suku Osing Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Biosense, 5(2), 100–110.

Gusain, P., Uniyal, D. P., & Joga, R. (2021). Conservation and sustainable use of medicinal plants. Journal of Ethnopharmacology, 10(2), 114–125.

Hajeriani, Nur, M., & Sulfiani, B. (2025). Studi etnobotani tumbuhan obat tradisional di Desa Beringin Kecamatan Ngapa sebagai sumber belajar biologi. Bioedulearn (BEL), 1(1), 53–69.

Hariana, A. (2023). Tumbuhan obat dan khasiatnya (Edisi Revisi). Jakarta: Penebar Swadaya.

Helmi, A., Wulandari, S., & Darmadi. (2026). Etnobotani tanaman obat berbasis kearifan lokal masyarakat di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak sebagai rancangan buku saku elektronik keanekaragaman hayati. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, 7(1), 20–30.

Islami, N. (2017). Studi etnobotani tumbuhan obat berbasis kearifan lokal di Jawa Timur. Jurnal Keanekaragaman Hayati, 2(3), 45–52.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Formularium ramuan obat tradisional Indonesia (HORI). Jakarta: Kemenkes RI.

Kumar, M. (2022). Medicinal plants and their importance in human health: A global perspective. Journal of Ethnopharmacology, 285(1), 114–128.

Lestari, I., Noviati, W., Safitri, H., Setiyawati, P., & Istiqomah. (2026). Peran kearifan lokal masyarakat Sumbawa dalam pemanfaatan tanaman obat dan pangan: Perspektif ekologi budaya. Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan, 9(1), 267–281.

Nazhifah, N., Kardiman, R., Chatri, M., & Roza, S. Y. (2025). Ethnobotanical study in the Sianok Canyon community Agam Regency West Sumatra. Jurnal Biologi Tropis, 25(2), 1711–1720.

Nurrosyidah, I. H., Riya, M. A., & Ma’ruf, A. F. (2020). Studi etnobotani tumbuhan obat berbasis pengetahuan lokal di Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 2(3), 168–185.

Roosinda, F. W., Lestari, N. S., & Utama, A. A. G. S. (2021). Metode penelitian kualitatif. Surabaya: Zahir Publishing.

Salamah, H. N., Rahmadani, S., & Aulia, R. (2021). Keanekaragaman hayati tumbuhan obat di Indonesia: Sejarah, potensi, pemanfaatan, dan konservasi. Jurnal Kebijakan Hayati, 1(2), 55–68.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sujarwo, W. (2023). Etnobotani Indonesia: Peran, potensi, tantangan, dan peluang dalam mendukung pemanfaatan sumber daya tumbuhan berkelanjutan (Orasi Pengukuhan Profesor Riset). Jakarta: BRIN Publishing.

Wijaya, H. (2023). Analisis data kualitatif teori dan praktik dengan Miles dan Huberman. Yogyakarta: Andi Offset.

Cover Image
Published
07-10-2026
Section
Articles
License

Copyright (c) 2026 SYMBIOED: Journal of Biology and Education

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Symbioed is licensed under a https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/
Creative Commons License

How to Cite

Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat di Desa Ranto Nalinjang Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal. (2026). SYMBIOED: Journal of Biology and Education, 1(1), 14-22. https://jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/biologi/article/view/3447

Most read articles by the same author(s)