Integrasi Neurosains Dan Kearifan Lokal Dalam Desain Lingkungan Belajar Yang Mendukung Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Authors

  • Annisa Wahyuni

DOI:

https://doi.org/10.56874/tfw2g024

Keywords:

Local Wisdom, Neuroscience, Early Childhood, Brain Development

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model desain lingkungan belajar yang mengintegrasikan prinsip neurosains dan kearifan lokal guna mendukung perkembangan otak anak usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif-eksploratif dengan metode studi kasus tunggal, penelitian melibatkan 15 partisipan ahli multidisiplin (pendidik PAUD, ahli neurosains, budayawan, desainer lingkungan) yang diwawancarai mendalam. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan konsep kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi neurosains dan kearifan lokal secara signifikan memperkaya lingkungan belajar. Prinsip neurosains seperti stimulasi multisensorik, desain yang mendukung fungsi kognitif (atensi, memori kerja), dan fasilitas interaksi sosial dapat meningkatkan konektivitas saraf dan keterampilan adaptif anak. Lingkungan yang kaya tekstur, warna, suara alami, dan aroma mengaktifkan berbagai area otak, memperkuat jaringan saraf yang sehat. Desain ruang fleksibel juga dilaporkan meningkatkan motivasi dan keterlibatan anak (P-01, P-05, P-09). Sementara itu, kearifan lokal diwujudkan melalui penggunaan material alami, arsitektur tradisional, permainan tradisional (seperti congklak dan egrang yang melatih motorik dan kognitif), serta dialog antargenerasi, menanamkan rasa memiliki, kebanggaan budaya, dan nilai-nilai sosial-emosional seperti empati. Studi ini memperluas pemahaman tentang bagaimana lingkungan fisik dan budaya secara sinergis membentuk arsitektur otak, menempatkan stimulasi neurologis dan pengayaan budaya sebagai mekanisme saling melengkapi. Sebuah prototipe desain lingkungan integratif, mencakup Zona Eksplorasi Sensorik Alam, Area Bermain Peran Budaya, dan Pojok Cerita Antargenerasi, diusulkan sebagai model holistik untuk mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak sekaligus memperkuat identitas budaya. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya merancang lingkungan belajar yang responsif terhadap kebutuhan neurologis dan warisan lokal untuk pendidikan anak usia dini yang optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aka, K. A., Aprilia, H. M., Permana, E. P., & Afandi, Z. (2023). Natural resources utilization comic media based on local wisdom: Mount Kelud Kediri. International Journal of Elementary Education, 7(1), 124–133. https://doi.org/10.23887/ijee.v7i1.53783

Arjaya, I. B. A., Paraniti, A. A. I., & Noviantari, N. P. S. (2024). Rasch model of teacher readiness instrument for implementing science learning based on Balinese local wisdom. Jpbi (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 10(3), 735–747. https://doi.org/10.22219/jpbi.v10i3.34087

Asman, S., & Huda, M. (2021). Character education as brain education: Spiritual neuroscience studies in Islamic education. Jurnal Tarbiyatuna, 12(2), 77–86. https://doi.org/10.31603/tarbiyatuna.v12i2.4278

Baker, A. E., Galván, A., & Fuligni, A. J. (2024). The connecting brain in context: How adolescent plasticity supports learning and development. Developmental Cognitive Neuroscience, 71, 101486. https://doi.org/10.1016/j.dcn.2024.101486

Cherewick, M., Lebu, S., Su, C., Richards, L., Njau, P., & Dahl, R. E. (2021). Promoting gender equity in very young adolescents: Targeting a window of opportunity for social emotional learning and identity development. Bmc Public Health, 21(1), 2299. https://doi.org/10.1186/s12889-021-12278-3

Conkbayir, M. (2021). Early childhood and neuroscience: Theory, research and implications for practice. Bloomsbury Academic.

Cote-Meek, S., & Moeke-Pickering, T. (2023). Global perspectives on Indigenous pedagogy in education: Learning from one another. IGI Global.

Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice. Teachers College Press.

Gruenewald, D. A., & Smith, G. A. (2007). Place-based education in the global age: Local diversity. Routledge.

Jones, C. D. R., & Johansson, E. (Eds.). (2017). Constructions of neuroscience in early childhood education. Routledge.

Luís, E. O., Akrivou, K., Bermejo-Martins, E., Scalzo, G., & Semper, J. V. O. (2022). The interprocessual-self theory in support of human neuroscience studies. Frontiers in Psychology, 12, 686928. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.686928

Pan, Y., Vinding, M. C., Zhang, L., Lundqvist, D., & Olsson, A. (2023). A brain-to-brain mechanism for social transmission of threat learning. Advanced Science, 10(28), e2304037. https://doi.org/10.1002/advs.202304037

Puigcercós, R. M. (2018). Young people's learning trajectories in the digital age. Digital Education Review, 33, 39–54. https://doi.org/10.1344/der.2018.33.39-54

Rosalianisa, R., Purwoko, B., & Nurchayati. (2023). Analysis of early childhood fine motor skills through the application of learning media. Ijorer International Journal of Recent Educational Research, 4(3), 309–328. https://doi.org/10.46245/ijorer.v4i3.307

Sangadji, I., & Umar, W. (2024). The influence of a realistic mathematics approach based on local wisdom on improving elementary school students' mathematical numeracy ability. Scientechno Journal of Science and Technology, 3(1), 118–131. https://doi.org/10.55849/scientechno.v3i1.790

Torres, J. M. T., Díaz, I. A., Reche, M. P. C., Labao, T. M., & Barrera-Corominas, A. (2023). Intergenerational learning and its impact on the improvement of educational processes. Education Sciences, 13(10), 1019. https://doi.org/10.3390/educsci13101019

Turner, K., Mountbatten-O'Malley, E., & Anderson, Z. M. (2024). Learning for wisdom in early childhood and primary school education: Cultivating curiosity, resilience, and ethical awareness. Routledge.

VanCleave, D. (2017). Contributions of neuroscience to a new empathy epistemology: Implications for developmental training. Advances in Social Work, 17(2), 369–389. https://doi.org/10.18060/21087

Wagiono, F., Shaddiq, S., Sakman, & Suprayitno. (2020). Implementation based education (learning-gradual) through traditional games Mambe Tampun. Jurnal Iqra, 5(2), 43–55. https://doi.org/10.25217/ji.v5i2.877

Watanabe, H., Bagarinao, E., Maesawa, S., Hara, K., Kawabata, K., Ogura, A., Ohdake, R., Shima, S., Mizutani, Y., Ueda, A., Ito, M., Katsuno, M., & Sobue, G. (2021). Characteristics of neural network changes in normal aging and early dementia. Frontiers in Aging Neuroscience, 13, 747359. https://doi.org/10.3389/fnagi.2021.747359

Yosintha, R., Ramadhika, B., Yunianti, S. S., Rekha, A., & Karma, C. P. F. (2023). Developing an English for tourism digital module oriented to the local wisdom values of Magelang. Ijee (Indonesian Journal of English Education), 10(2), 278–300. https://doi.org/10.15408/ijee.v10i2.32243

Downloads

Published

2023-12-30

How to Cite

“Integrasi Neurosains Dan Kearifan Lokal Dalam Desain Lingkungan Belajar Yang Mendukung Perkembangan Otak Anak Usia Dini”. 2023. JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) 3 (2): 463-75. https://doi.org/10.56874/tfw2g024.