PEMAHAMAN HADIS TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL
(Kajian Pendekatan Teori Antropologi)
DOI:
https://doi.org/10.56874//almutabar.2025.v5i2/2580/5%20Kata Kunci:
Tekstual, Kontekstual, Teori Antropologi.Abstrak
Memahami hadis secara tekstual dan kontekstual memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terjebak terhadap salah satu diantara keduanya akan mereduksi aspek-aspek penting dari setiap pendekatan. Persoalan di masyarakat seringkali menyentuh sisi-sisi agama, termasuk menggunakan simmbol agama sebagai justifikasi kebenaran. Hadis merupakan sumber kedua dalam Islam, sehingga meneliti setiap aspek terhadap menjadi niscaya. Dalam memahami sebuah hadis, para peneliti pasti terjebak dalam beberapa pendekatan termasuk tekstual dan kontekstual. Dua pendekatan tersebut akhir-akhir ini menjadi ladang konflik dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk melihat peristiwa tersebut penulis menggunakan metode kualitatif dengan teori antropologi dalam pendekatan kontekstual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual lebih meyakinkan dalam penerapannya diranah publik, sebab pendekatan ini tidak mereduksi aspek-aspek kemanusian dalam mendekati sebuah hadis yang notabene bernuansa teologis. Dengan adanya pemahaman pada manusia dan permasalahnnya kemudian mengambil solusi alternatif untuk menganalisis problematika sosial masa kini sehingga bisa untuk menjembatani berbagai soal yang dihadapi manusia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 ahmad husein

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Al-Mu'tabar is licensed under a https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/




