Harmonisasi Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia dalam Penanganan Nusyuz serta Kontekstualisasinya terhadap Hak Asasi Manusia

Harmonisasi Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia dalam Penanganan Nusyuz serta Kontekstualisasinya terhadap Hak Asasi Manusia

Penulis

  • Seffin Granady Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai
  • Khairul Mufti Rambe Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

DOI:

https://doi.org/10.56874/el-ahli.v7i1.3056

Kata Kunci:

Nusyuz, Hak Asasi Manusia, Hukum Islam, Maqasid al-Shariah, Proportionality

Abstrak

Tindakan nusyuz merupakan konsep yang berakar dalam konstruksi fiqh klasik dan berkembang menjadi bagian dari sistem hukum keluarga di sejumlah negara Muslim. Namun, formulasi klasiknya kerap dikritik karena berpotensi melanggengkan ketimpangan relasi suami-istri melalui legitimasi kewenangan suami tanpa batas yang terumuskan secara sistematis. Hal ini menimbulkan persoalan perlindungan hukum terhadap istri dalam perspektif hak asasi manusia.

Penelitian ini menggunakan pendekatan doktrinal dengan menelaah asas, doktrin, dan konstruksi hukum positif terkait batas-batas hak suami dalam menangani nusyuz. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis melalui penalaran induktif dan deduktif untuk menilai potensi penyalahgunaan kewenangan serta implikasi yuridisnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fiqh klasik sebenarnya telah mengandung pembatasan normatif terhadap tindakan suami, baik melalui prinsip bertahap (tadarruj), larangan menyakiti, maupun tujuan korektif sanksi. Namun, pembatasan tersebut belum dirumuskan secara sistematis dalam kerangka relasi kemitraan dan prinsip perlindungan martabat manusia. Dalam konteks Indonesia, setiap tindakan yang melampaui prinsip proporsionalitas dan non-kekerasan dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaran hukum, termasuk dalam ranah pidana. Penelitian ini menegaskan bahwa harmonisasi hukum Islam dan hak asasi manusia dimungkinkan melalui rekonstruksi batas hak suami berbasis maqasid al-shariah, prinsip kemitraan, dan perlindungan terhadap jiwa serta martabat perempuan.

Referensi

Abduh, RR and M. (1394). Tafsir al-Manar. Dar al-Marifah.

Abdul Munib. (2019). Limits on Husband's Rights in Treating His Wife During Nusyuz and Possible Criminal Sanctions. Voicer Justicia, 3(2), 35. journal.uim.ac.id

Abi Bakr Ahmad ibn Ali Razi Al-Jassas. (1415). Ahkam Al-Quran. Dar al-Kutub al-Alamiyah.

Achmad Warson Munawwir. (nd). Al-Munawwir. Progressive Library.

Andi Hamzah and A. Simanglipu. (1985). The Death Penalty in Indonesia in the Past, Present and Future. Ghalia Indonesia.

Asghar Ali Engineer. (1994). Womens Rights in Islam (Farid Wajidi and Cici Farkha Assegaf (eds.)). Cultural Landscape.

Ayesha S. Chaudhry. (nd). Domestic Violence and the Islamic Tradition, Journal of Islamic Ethics. brill.com/view/journals/jie/jieoverview.xml?srsltid=AfmBOooxVLyARiG3UAllcdHj9vetODAAFGHkYA_TEYqqYwBet4SIZxjd

Bambang Sunggono. (2001). Legal Research Methodology. PT Grafindo Persada.

Eko Andy Saputro. (2023). Reinterpretation of the Nusyuz Verse and Its Implications. Samawa Journal, 07(02), 67. Samawa Journal

Fahruddin ar-Razi. (nd). Tafsir al-Kabir al-Musamma bi Mafatih al-Gaib. Darul Fikri.

Fitri Rafianti. (2023). Nuzyuz and Domestic Violence (Kdrt) from the Perspective of Islamic Law and Criminal Law.jurnal.pancabudi.ac.id

Ibn Manzur. (nd). Oral al-Arabi: Dar Lisan al-Arabi.

Ida Zahara Adibah. (2023). Nusyuz and Household Disharmony. Journal of Inspiration, Vol.1.

Jasser Auda. (2020). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach.

Mohammad Fadel. (nd). Public Reason as a Strategy for Principled Reconciliation: The Case of Islamic Law and Human Rights. Chicago Journal of International Law. cjil.uchicago.edu/

Muhammad Aly Mahmudi. (2023). Conflict Resolution to Solve Family Problems from an Islamic Family Law Perspective. Al-Faruq Journal of Islamic Economic Law and Islamic Law, Vol. 2 (No. 1). DOI 10.58518/al-faruq.v2i1.2570

Muhammad Jawad Mugniyyah. (1964). Al-Ahwal ash-Shakhsiyyah. Dar al-Ilm Li al-Malayin.

Muhammad Usman al-Khasit. (1994). The Difficulties of Marriage: Efforts to Overcome Them According to the Qur'an and Hadith, Science. GIP.

Muhammad Yusuf Musa. (1956). Ahkam al-Ahwal ash-Shakhsiyyah fi Fiqh al-Islami. Dar al-Kitab al-Arabi.

Rasyid Ridha and Muhammad Abduh. (1898). Tafsir al-Manar. Dar al-Marifah.

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Granady, S., & Khairul Mufti Rambe. (2026). Harmonisasi Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia dalam Penanganan Nusyuz serta Kontekstualisasinya terhadap Hak Asasi Manusia. El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam , 7(1), 1–12. https://doi.org/10.56874/el-ahli.v7i1.3056

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Loading...